Rabu, 11 Februari 2015

Banjir Besar Melanda Juwana

REP | 23 January 2014 | 22:45 Dibaca: 834    Komentar: 0    1

Di tengah riuhnya pemberitaan banjir di DKI Jakarta dengan segala bumbu politisnya, sekalipun cukup diberitakan namun putusnya jalur Pantura di beberapa titik semestinya membuat kita memalingkan perhatian ke sana. Banjir menimbulkan banyak kerugian materi, baik itu dari sisi kerusakan akibat banjir, roda perekonomian yang berhenti berputar, serta kerugian karena rusaknya lahan pertanian. Banjir terjadi cukup merata dari Subang, Pekalongan hingga Pantura timur Jawa Tengah, mulai dari kota Semarang, kab Demak, kab Kudus, kab Jepara, kab Pati dan sekitarnya.
Salah satu titik banjir yang sangat parah adalah di kota Juwana, kab. Pati. Bagi masyarakat setempat, banjir kali ini menjadi bencana banjir yang paling parah. Jika dibandingkan dengan banjir tahun 1981 misalnya, yang ini tergolong lebih besar. Hampir seluruh wilayah kota ini tidak luput dari banjir. Ketinggian air bervariasi dari semata kaki hingga lebih dari 2 meter. Tentu situasi yang memprihatinkan ini masih sangat mungkin akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, mengingat wilayah ini adalah muara sungai Juwana yang menjadi tujuan akhir dari air banjir di sepanjang DAS Sungai Juwana.
Beberapa foto yang sempat beredar di media sosial dan blackberry messenger dapat dilihat di bawah ini.

13904908331922050065
source : BBM broadcast pict.


1390490941364753253
soruce : BBM Broadcast pict.


1390491382415135434
evakuasi warga dengan menggunakan perahu  (source : BBM broadcast pict)

Media sosial seperti facebook maupun blackberry messenger menjadi salah satu andalan warga untuk saling berkomunikasi dan melakukan cek status banjir. Apalagi di kota yang kecil ini, tentu banyak warganya yang merantau keluar kota, sehingga mau tidak mau, media ini menjadi ramai oleh orang-orang yang ingin selalu update informasinya. Melalui media komunikasi ini,  dapat diikuti perkembangan dari berbagai titik banjir dan kebutuhan-kebutuhan apa yang dapat dipenuhi, agar sesama warga dapat saling tolong menolong mengatasi banjir. Karena itu, semoga media ini benar-benar dimanfaatkan untuk menyebarkan berita yang benar dan bermanfaat, tidak diselipi dengan berita atau hoax tidak bertanggung jawab, sehingga pihak berwenang yang juga sudah turut menjadi korban,  harus ikut bekerja  untuk menjalankan tugasnya, masih direpotkan dengan harus melakukan klarifikasi informasi yang tidak akurat.
Kendati sesungguhnya banjir di wilayah ini bukan hanya kali ini saja terjadi, namun tetap saja kesiapan para korban banjir untuk bertahan tidak akan memadai bila nanti berlangsung dalam beberapa hari. Karena tingginya banjir, baik warga yang berada di pengungsian maupun yang bertahan di rumah akan mengalami krisis air bersih, karena banyak sumur-sumur yang terendam serta krisis makanan karena tidak banyak toko yang buka, mengingat banjir terjadi cukup merata.
Banjir besar  mulai menggenangi wilayah ini sejak tanggal 20 Januari 2014, dan perkembangan hari ke hari semakin meninggi. Banjir mencapai puncaknya pada hari Kamis 23 Januari 2014, dan walaupun pelan namun mulai stabil dan  menurun, pada kisaran 5 - 10 cm per hari. Kita berharap, dalam satu hingga dua minggu setelahnya kondisi berangsung menjadi normal. Tentu untuk wilayah kota Juwana sendiri akan mengalami pemulihan lebih cepat, namun beberapa desa di sekitar daerah aliran sungai Juwana masih membutuhkan waktu lebih lama lagi. Oleh karena itu, tanggap bencana dan bantuan masih dibutuhkan dalam jangka waktu yang cukup lama, bukan hanya dalam minggu-minggu ini saja, khususnya untuk daerah yang sulit dijangkau karena kedalaman banjir.
Semoga bencana ini segera berlalu.
Mari kita dukung dengan doa dan bantuan untuk meringankan beban para korban banjir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar